TEKNOLOGI, SOLUSI TEPAT PESANTREN MASADEPAN
Oleh:
Moh. Askiyanto
Perkembangan
teknologi infomasi (TI) yang mampu mengubah kehidupan manusia bahkan merajai
dunia, Membawa pengaruh besar terhadap perkembangan ideologi manusia.
Sebab teknologi diciptakan untuk
mempermudah kehidupan manusia dalam menjalani rutinitas kesehariannya. Tidak
jarang banyak orang yang menggandrungi teknologi, Selain sarana mencari
informasi, menambah wawasan keilmuan yang luas dan sarana berkomunikasi yang
sekopnya mendunia.
Teknologi disamping berfungsi
sebagai sarana mencari informasi yang mendunia tersebut, juga merupakan penunjang pendidikan. Hal ini dapat kita lihat
dengan adanya komputer atau internet yang didalamnya mengandung banyak
pendidikan yang dapat kita ambil manfaatnya. Karena tujuan diciptakan teknologi
adalah untuk mempermudah manusia dalam menjalankan rutinitas kesehariannya. teknologi memang diciptakan demi kepentingan manusia,
lebih-lebih seorang santri yang seharusnya bisa menjadi contoh yang baik
bagi masyarakat karena seorang santri
telah di didik dalam ilmu keagamaan yang hal itu tentunya mampu memfilter antara
mana yang baik dan yang buruk dalam penggunaan
teknologi tersebut.
Pesantren yang merupakan lembaga
pendidikan yang berbasis keagamaan dan mempunyai sistem pengajaran yang unik
dan sistematik, juga memanfaatkan teknologi sebagai penunjang pendidikan.
Dengan masuknya teknologi ke pesantren maka pendidikan pesantren akan semakin
kompleks, Dalan artian pesantren tidak hanya identik dengan kitap kuning, Al-Quran,
Tetapi juga pengetahuan tentang teknologi. Sehingga apa yang menjadi tujuan
pondok pesantren akan mudah dicapai.
Berdasarkan wawancara dengan para pengasuh pondok pesantren, Prof. Mastuha
menyimpulkan bahwa tujuan pendikan pesantren adalah: “menciptakan dan mengembangkan keperibadian muslim, yaitu
keperibadian yang beriman dan bertakwa kepada tuhan, berahlak muliya, bermamfaat
kepada masyarakat atau berhitmat kepada masyarakat dengan jalan menjadi kawala
atau abdi masyarakat sekaligus menjadi rasul, yaitu menjadi pelayan masyarakat
sebagaimana kepribadian Nabi SAW (mengikuti sunnahNabi), mampu berdiri sendiri,
bebas dan teguh dalam pendirian, menyebarkan agama atau meningkatkan Islam
serta kejayaan ummat Islam di tengah-tengah masyarakat (Izzul Islam walmuslimin)
serta mencintai ilmu dalam rangka mengembangkan keperibadian Indonesia.” Dari
rumusan tujuan tersebut tampak jelas bahwa pendidikan pesantren sangat
menekankan pentingnya tegaknya agama Islam dan bagai mana dapat menjadi oramg
yang bermanfaat bagi masyarakat.
Melihat fenomina pesantren yang
sekarang mengadobsi teknologi informasi
(TI)
bagi para santrinya, tetapi masih tetap membertahankan pelajaran kitab-kitab Islam klasik dan pengatahuan umum, adalah
merupakan upaya untuk meneruskan tujuan utama lembaga pendidikan pesantren,
yaitu tetap setia terhadap Islam dan mampu membangun masyarakat agar lebih baik
dan maju.
Saat ini pesantren tanpa teknologi,
ibarat kupu-kupu tanpa sayap. Jadi teknologi informasi (TI) sudah menjadi
keharusan bagi pesantren, karena pendidikan pesantren tanpa adanya teknologi
sebagai alat pembantu dalam menunjang pendidikan maka pesantren tersebut akan
dikatakan lembaga pendidikan yang kolot dan ketinggalan jaman. Tidak jarang para orang tua akan memondokkan anaknya kepada
pondok yang mempunyai fasilitas yang lengkap baik sifatnya modern maupun sifatnya salafi. Karena
seiring berjalannya waktu yang menuntut kita untuk bisa ikut serta dalam
menjalani hidup di dunia yang serba modern dan canggih saat ini.
Teknologi informasi yang menggurita di pesantren saat ini menjadi peluang sekaligus tantangan,
karena disamping teknologi merupakan sarana pendidikan juga merupakan media
yang super bebas. Sehingga perlu dilakukan pengawasan yang intensif agar apa
yang menjadi pendorong akan terjadinya kerusakan pendidikan pesantren akan ditanggulangi
dengan baik.
Hal itu membutuhkan pembelajaran
sejak dini seperti yang telah dikutip oleh Al-Qalayyimi dalam kitab Iddatunnasyi’in”
pembiasan itu harus dimulai sejak masih kecil, karena dalam rangka pembentukan karakter harus dibiasakan denga
pendidikan karakter yang baik agar setelah dewasa karakter itu mampu
mengedalikan tingkah laku anak tersebut” dalam artian pesantren harus memberi
pemahaman tentang penggunan teknologi yang baik yang sesuai dengan tuntunan Agama.
agar ketika santri menggunakan teknologi tidak disalahgunakan kepada hal-hal
yang membawa dampak negatif pada perkembangan keilmuan dirinya. Merupakan hal
yang mustahil kalau misalkan santri dilarang menggunakan teknologi sebab tenolologi
sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia
yang tidak dapat dipisahkan.
Pada dasarnya pesantren mempunyai
potensi besar untuk menjadi lembaga pendidikan yang ideal yang dapat dijadikan alternatif bagi masyarakat Madura pada
khususnya dan Indonesia pada umumnya. Agar potensi itu benar-benar teraktualisasi
menjadi nyata, maka pesantren harus berbenah diri dalam melaksanakan fungsi
kependidikannya. Terutama dalam hal yamg berkaitan dengan pengembangan sains
dan teknologi yang dalam kenyataan memang tertinggal dibandingkan lembaga-lembaga
pendidikan lainnya. Jika bidang ini dapat dipenuhi, maka pesantren sanggup
memproduk lulusan yang menguasai teknologi dan dijiwai oleh akhlak al-karimah.





.jpg)





